Frequently Asked Questions

Apa itu Sistem Pemantauan Masuk (SPM)?

Sistem Pemantauan Masuk (SPM) adalah sistem entri digital berbasis cloud yang mencatat informasi nama, nomor telepon dan hasil pembacaan suhu tubuh untuk setiap orang yang mengunjungi tempat hiburan, perkantoran dan fasilitas umum, sehingga dapat memudahkan penelusuran kontak.

System ini digunakan untuk mengumpulkan data dan autentikasi di pintu masuk / keluar gedung, dengan memindai kode QR yang ditampilkan di lokasi.

Dimana Sistem Pemantauan Masuk (SPM) perlu diterapkan?

Sistem ini akan diwajibkan di lokasi dimana pengunjung cenderung berdekatan dalam jangka waktu yang Panjang, baik di lokasi tertutup maupun di lokasi keramaian.

Area implementasi Sistem Pemantauan Masuk (SPM) yang diharapkan akan dimulai pada 1 Juni 2020:

  • Tempat kerja, seperti: kantor, pabrik
  • Sekolah dan universitas
  • Pra-sekolah
  • Fasilitas kesehatan, seperti: rumah sakit, klinik, pusat kesehatan
  • Fasilitas berbasis rumah, seperti: panti jompo dan rumah jompo
  • Penata rambut/ pemangkas rambut dan salon
  • Pasar swalayan
  • Pasar tradisional
  • Pusat perbelanjaan
  • Tempat penginapan, hotel dan resort
  • Objek wisata
  • Restoran dan kafe
  • Pusat pelayanan
  • Layanan logistik dan transportasi (tempat pemberhentian bis, halte dan terminal)

Sistem Pengurusan Kemasukan (SPK) juga boleh diperkembangkan supaya merangkumi teksi untuk menyokong pengesanan kontak bagi perjalanan setelah menahan teksi di perhentian tepi jalan. Pemandu teksi boleh mendaftar kenderaan mereka dan menghasilkan kod QR unik mereka sendiri, supaya pengesanan penumpang dapat dilakukan. Pengguna akan mengimbas kod QR yang dipamerkan di dalam teksi.

Penumpang harus memindai kode QR SPM yang ditampilkan di taksi jika menggunakan taksi yang diberhentikan di jalan. Gerai ritel yang pelangganannya tidak berdekatan dalam waktu lama, seperti apotek, toko serba ada (minimarket) dan toko kelontong, disarankan, namun tidak diwajibkan, untuk menerapkan Sistem Pemantauan Masuk

Sistem Pemantauan Masuk (SPM) juga dapat dikembangkan untuk mengakomodir penggunaan taksi dalam mendukung penelusuran kontak untuk perjalanan setelah menghentikan taksi di pinggir jalan. Pengemudi taksi dapat mendaftarkan kendaraan mereka dan mendapatkan kode QR unik, sehingga memungkinkan untuk melakukan pelacakan penumpang. Pengguna akan memindai kode QR yang ditampilkan di taksi.

Daftar lokasi di mana Sistem Pemantauan Masuk (SPM) wajib diimplementasikan, akan diperbarui di https://entrymanagementsystemems.com/deployment/ seiring dengan kegiatan dan pelayanan yang diizinkan kembali beroperasi.

Mengapa Sistem Pemantauan Masuk (SPM) perlu diperluas ke lebih banyak lokasi?

Ketika kegiatan dan pelayanan kembali berlangsung secara bertahap mengikuti aturan pembatasan sosial, penting untuk melakukan penelusuran kontak dengan cepat untuk mengurangi risiko transmisi di virus publik. Sistem Pemantauan Masuk (SPM) membantu memfasilitasi usaha penelusuran kontak dengan menyediakan system untuk mencatat informasi individu yang masuk dan keluar dengan terkonfirmasi/ terautentikasi. Pencatatan ini akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi orang yang berpotensi berkontak dengan pasien COVID-19. Ini penting agar kita dapat mengurangi pembatasan Gerakan dalam beraktivitas, serta kehidupan kita sehari-hari.

Bagaimana cara pemilik usaha mendapatkan layanan ini?

Pemilik usaha dapat mengunjungi https://entrymanagementsystemems.com/ untuk mendaftar dan mendapatkan layanan ini.

Perlukah tempat usaha dan gedung melakukan pencatatan masuk dan juga keluar?

Untuk Sistem Pemantauan Masuk (SPM), saat ini hanya pencatatan masuk yang perlu dilakukan. Ini juga berlaku bagi tempat kerja.

Berapa biaya yang diperlukan atau tenaga kerja yang diperlukan untuk menjalankan layanan ini?

Ini adalah layanan yang dapat digunakan secara gratis. Pemilik usaha harus mendaftar untuk sistem ini dan mereka akan diberikan kode QR unik untuk lokasi/ gedung mereka. Pemilik usaha/ bisnis ini harus menampilkan kode QR mereka dengan jelas di pintu masuk. Meskipun mudah digunakan, pemilik harus siap membantu pengunjung menggunakan sistem, misalnya dengan pendampingan oleh petugas di pintu masuk.

Bagi pengunjung yang tidak membawa ponsel, pemilik usaha dapat membantu dengan menyediakan petugas dan telepon genggam di pintu masuk untuk memindai dan memasukkan data informasi pengunjung ke dalam sistem.

Penerapan Sistem Pemantauan Masuk (SPM) dapat menyebabkan antrian pada waktu-waktu tertentu. Dapatkah pelaku usaha dan pengelola gedung untuk sementara menangguhkan Sistem Pemantauan Masuk (SPM) dalam keadaan tersebut?

Penting untuk mendapat informasi dan tetap menerapkan Sistem Pemantauan Masuk (SPM) terutama selama masa sibuk. Pengelola usaha dan gedung harus memiliki rencana untuk memungkinkan implementasi penuh Sistem Pemantauan Masuk (SPM).

Jika saya tidak memiliki telepon pintar (smartphone), apakah saya tidak diizinkan masuk? Apa ada alternatif jika kedua opsi tidak tersedia untuk umum?

Bagi pengunjung yang tidak memiliki ponsel/ telepon yang mampu memindai kode QR, pengelola gedung disarankan untuk menyediakan petugas/ staf dengan telepon pintar (smartphone) di beberapa pintu masuk / keluar untuk pencatatan manual.

Bisakah pemilik usaha memodifikasi formulir dan menambahkan informasi?

Informasi yang dicatat oleh Sistem Pemantauan Masuk (SPM) hanya untuk penelusuran kontak. Pemilik usaha tidak diperbolehkan mengubah formulir atau menambahkan pertanyaan atau informasi. Namun, pemilik usaha dapat menghubungi kami langsung melalui situs web untuk pengajuan.

Sistem Pemantauan Masuk (SPM) sudah ada di gedung saya (contoh: mall), haruskah penyewa toko di dalam gedung juga menerapkan Sistem Pemantauan Masuk (SPM)?

Sebagai tindakan keselamatan di tempat kerja, tempat kerja/ gedung harus menerapkan Sistem Pemantauan Masuk) untuk karyawan mereka. Selain itu, lokasi yang terdaftar di https://entrymanagementsystemems.com/deployment/ seperti pasar swalayan dan tempat cukur/ salon di mal juga harus menerapkan Sistem Pemantauan Masuk (SPM) bagi pengunjung mereka sendiri.

Sebagai pemilik / operator tempat yang menggunakan Sistem Pemantauan Masuk (SPM), perlukah saya menggunakan Sistem Pemantauan Masuk (SPM) untuk merekam masuknya petugas layanan darurat (seperti: Petugas keamanan, ambulans/ petugas kesehatan atau pemadam kebakaran) dalam keadaan darurat?

Jika dalam keadaan darurat yang serius dimana waktu sangat penting, Tidak.

Mengapa kita harus menggunakan Sistem Pemantauan Masuk (SPM) daripada menggunakan sistem manajemen yang sudah ada?

Penggunaan Sistem Pemantauan Masuk (SPM) adalah wajib karena dengan sistem serupa yang digunakan oleh semua pihak akan memungkinkan pemerintah atau petugas berwenang untuk mendapatkan data dengan cepat, untuk memfasilitasi penelusuran kontak. Sistem Pemantauan Masuk (SPM) memungkinkan informasi tentang pengunjung dan staf yang berpotensi melakukan kontak dengan kasus COVID-19 untuk dikirim ke pihak berwenang dengan mengunduh data dan mengirimnya melalui email. Data kontak yang dikumpulkan oleh Sistem Pemantauan Masuk (SPM) hanya digunakan oleh pihak yang berwenang untuk tujuan penelusuran kontak saja, dan ada langkah-langkah ketat untuk melindungi data sesuai dengan standar keamanan data yang diatur Pemerintah

Dengan penerapan Sistem Pemantauan Masuk (SPM), apakah sertifikat / surat keterangan perjalanan dan kesehatan masih diperlukan?

Ya, sertifikat/ surat keterangan perjalanan dan kesehatan masih diperlukan, untuk memastikan keselamatan individu dalam area usaha dan gedung terkait.

Saya sudah menggunakan sistem manajemen untuk pengunjung yang ada. Bisakah sistem ini diintegrasikan dengan Sistem Pemantauan Masuk (SPM)?

Saat ini, kami tidak dapat mengintegrasi sistem lain dengan Sistem Pemantauan Masuk (SPM).

Apa yang terjadi jika Sistem Pemantauan Masuk (SPM) gagal? Apakah ada fleksibilitas dalam penerapan Sistem Pemantauan Masuk (SPM)?

Usaha/ bisnis harus menggunakan mode alternatif Sistem Pemantauan Masuk (SPM) jika mode yang dipilih terganggu, misalnya dengan mengunduh laporan harian dan menyimpannya di komputer.

Adakah tempat tertentu yang mendapat pengecualian?

Entry Management System (EMS) should be deployed in venues that are in operation, e.g. offices, factories, malls and supermarkets.

Di area terbuka atau area pejalan kaki (seperti, stasiun MRT dan area taman/ rekreasi), kode QR akan ditampilkan, dan kami mendorong masyarakat untuk memindai kode QR tersebut jika nantinya dibutuhkan untuk penelusuran kontak.

Apakah karyawan/ staf diperlukan untuk mengoperasikan Sistem Pemantauan Masuk (SPM)?

Untuk Sistem Pemantauan Masuk (SPM), anda biasanya perlu menyediakan petugas/ staf untuk memantau suhu tubuh individu.

Untuk kode QR pada Sistem Pemantauan Masuk (SPM), pengelola usaha dapat menampilkan kode QR untuk pemindaian dan pencatatan individu. Petugas/ staf diminta untuk mengkonfirmasi bahwa orang tersebut telah mengisi informasi kontak dan hasil bacaan suhu tubuh sebelum masuk.

Dapatkah Caspian Digital Solutions membantu pemilik usaha untuk mengelola kendala teknis?

Pemilik usaha yang memerlukan bantuan teknis dapat menghubungi kami di https://entrymanagementsystemems.com/

Perlukah penumpang yang memberhentikan kendaraan umum di jalan memindai kode QR?

Penumpang harus melaksanakan tanggung jawab sosialnya dengan memindai Kode QR di Sistem Pemantauan Masuk (SPM) ketika memasuki kendaraan umum. Jika penumpang menolak untuk melakukannya, pengemudi berhak untuk menolak mengambil penumpang.

Bagaimana dengan taksi yang dipesan melalui pemesanan online? Apakah perlu dilakukan pemindaian kode QR?

Tidak. Penumpang yang memesan taksi melalui platform online atau aplikasi tidak perlu melakukannya karena sudah ada lebih banyak data yang tersedia untuk membantu penelusuran kontak jika perlu.

Bagaimana data saya dilindungi?

Langkah-langkah ketat telah diambil untuk melindungi data anda sesuai dengan standar privasi mengenai data. Semua data dienkripsi dan hanya dapat diakses oleh petugas yang berwenang untuk tujuan penelusuran kontak. Data dilindungi oleh peraturan perlindungan data pribadi.

Apakah kita dapat menolak untuk memberikan data yang diperlukan?

Semua informasi (nama, nomor telepon dan suhu tubuh) wajib diisi.

Apakah pemerintah memiliki akses terhadap data? Untuk apa data itu digunakan?

Data yang dikumpulkan melalui Sistem Pemantauan Masuk (SPM) akan disimpan di server online, yang hanya akan diakses oleh otoritas/ pihak berwenang jika diperlukan untuk tujuan penelusuran kontak.

Ada langkah-langkah keamanan yang ketat untuk melindungi akses ke data pribadi. Hanya pejabat public resmi yang terlibat dalam penelusuran kontak yang memiliki akses ke data tersebut, jika diperlukan.

Dalam keadaan apa data saya akan diberikan kepada pihak berwenang untuk memfasilitasi penelusuran kontak?

Data akan diberikan kepada pihak berwenang hanya untuk tujuan penelusuran kontak.

Apakah ada perlindungan data saat menggunakan Sistem Pemantauan Masuk (SPM)?

Data yang dikumpulkan melalui Sistem Pemantauan Masuk (SPM) disimpan di server online dengan keamanan tinggi. Data hanya dapat diakses oleh pihak berwenang jika diperlukan untuk penelusuran kontak. Hanya pejabat publik resmi yang memiliki akses ke data tersebut, jika diperlukan.

Data anda disimpan hanya untuk tujuan penelusuran kontak. Semua data memiliki kode rahasia dan jaringan data hanya dapat diakses oleh petugas yang berwenang. Data ini akan dihapus setelah tidak lagi diperlukan untuk penelusurankontak.

Dapatkah saya meminta data saya dihapus setelah diunggah?

Data anda tidak akan dihapus karena akan disimpan untuk tujuan penelusuran kontak. Data hanya akan dihapus jika sudah tidak lagi diperlukan untuk penelusuran kontak.

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish my_MMဗမာစာ ms_MYBahasa Malaysia zh_CN简体中文 ta_INதமிழ் id_IDBahasa Indonesia