Kawasan wajib penerapan Sistem Pemantauan Masuk (SPM):

Semua bisnis dan pelayanan yang beroperasi sesuai list berikut, disarankan untuk menerapkan Sistem Pemantauan Masuk untuk mencatat kedatangan pegawai dan pengunjung dari luar.

  • Tempat kerja, seperti: kantor, pabrik
  • Sekolah dan universitas
  • Pra-sekolah
  • Fasilitas kesehatan, seperti: rumah sakit, klinik
  • Fasilitas rumah perawatan, seperti: panti jompo
  • Penata rambut/ pemangkas rambut dan salon
  • Pasar swalayan
  • Pasar tradisional
  • Pusat perbelanjaan
  • Tempat penginapan, hotel dan resort
  • Objek wisata
  • Restoran & kafe
  • Pusat pelayanan 
  • Layanan logistik dan transportasi (tempat pemberhentian bis, halte dan terminal)

Panduan Lebih Lanjut:

  • Sistem Pemantauan Masuk juga dapat dikembangkan untuk diterapkan di taksi, untuk memudahkan penelusuran kontak untuk taksi yang diberhentikan dijalan.
  • Penumpang harus memindai kode QR SPM yang ditampilkan di taksi jika menggunakan taksi yang diberhentikan di jalan. Gerai ritel yang pelangganannya tidak berdekatan dalam waktu lama, seperti apotek, toko serba ada (minimarket) dan toko kelontong, disarankan, namun tidak diwajibkan, untuk menerapkan Sistem Pemantauan Masuk
  • Semua gerai ritel dan gerai makanan atau minuman yang memperbolehkan makan ditempat, wajib menerapkan sistem dan mematuhi dengan ketat langkah-langkah manajemen untuk keselamatan sesuai yang direkomendasikan, seperti: menjaga jarak aman.

 Daftar ini akan terus diperbarui seiring dengan aktivitas dan pelayanan yang kembali berjalan.

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish my_MMဗမာစာ ms_MYBahasa Malaysia zh_CN简体中文 ta_INதமிழ் id_IDBahasa Indonesia